Senin, 22 Mei 2017

Satu Hari Satu Kepekaan, Satu Penemuan, Satu Solusi

Aktualisasi diri merupakan salah satu kebutuhan pokok selain sandang, pangan, dan papan. Walaupun baru “booming” pada akhir-akhir ini, aktualisasi diri sesungguhnya sudah menjadi kebutuhan pokok sejak dahulu kala, atau setidaknya sejak manusia berkebudayaan. Beragam tantangan akan pemenuhan kebutuhan, baik secara individu ataupun kolektif mendorong manusia untuk melakukan aktualisasi diri. 

Aktualisasi diri atau pengembangan diri dapat dilakukan dengan beragam cara dan atau pendekatan. Melatih kepekaan merupakan salah satu metode paling murah dan mudah dalam proses aktualisasi diri. Di jaman di mana yang abadi adalah perubahan, dan didukung oleh adanya perubahan yang sangat cepat, perubahan adalah sebuah keniscayaan. 

Keniscayaan perubahan membawa implikasi pada pradigma bahwa manusia juga harus berubah menyesuaikan kondisi jaman jika masih ingin berkembang, dan bahkan bertahan sekalipun. Peka pada kondisi lingkungan, baik fisik ataupun sosial menjadi sebuah keharusan dalam menghadapi tantangan-tantangan perubahan. 

Senin, 08 Mei 2017

Harga Handphone Second

Dariada aku pusing mencari handphone, biar kubeli aja handphone itu?! 

Berapa? 

Sejuta? 

Sejuta? Dua juta tiga ratus ribu rupiah baru kulepas hape ku ini untuk mu. 

Dua juta tiga ratus? Bukankah harga barunya tidak mencapai angka tersebut? 

Memang! Harga barunya satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah. 

Kenapa second nya lebih mahal? 

Perhatikan! Mau menghitung juga boleh. Sejak hape ini di tanganku, aku telah mengeluarkan banyak biaya. Aku telah mengeluarkan biaya untuk membeli pulsa, membeli paket data untuk menikmati internet. Aku juga telah banyak melakukan charging pada hape ini. Tahu kan biaya listrik sekarang mahal?! 

Seharusnya tetap lebih murah dari harga baru karena hape mu ini pasti mengalami depresiasi. 

Mari kita hitung dan bandingkan biaya depresasi dengan biaya yang telah kukeluarkan untuk pulsa dan listrik!! 

Tapi ini kan sudah kamu pakai. 

Justru karena juga pernah kupake maka harganya jadi lebih tinggi. Kamu jadi tidak perlu repot repot untuk memastikan segala sesuatunya berfungsi normal. Tidak perlu khawatir adanya kerusakan produk dari pabriknya. Dan satu lagi yang menjadikan hape second ku ini lebih mahal dari barunya adalah, “ini adalah penghilang pusing dan bingungmu dalam mencari hape!” 

Mending kita berantem. Mungkin pusingku jadi hilang setelah berantem sama kamu.

Penasaran

Jadi bagaimana ujianmu tadi? Lancar? 

Alhamdulillah, semua berjalan degan baik walaupun masih terdapat beberapa kekurangan. 

Kekurangan adalah wajar dalam sebuah pembelajaran. Ketidaksempurnaan adalah keniscayaan. Memang kurangnya dimana? 

Masih banyak penjelasan yang kurang detail. Banyak juga pertanyaan yang tidak tuntas jawabannya. 

Wah, justru bagus itu. Penjelasan yang kurang detail dan jawaban yang kurang tuntas adalah sebuah kelebihan. Tidak semua orang punya kelebihan itu. 

Terlalu mengada-ada kamu itu. 

Coba dengarkan! Yang kamu lakukan adalah hal yang bikin penasaran. Hal yang misterius. Kamu tahu kan betapa “worth it” nya sesuatu yang bikin penasaran. Sesuatu yang misterius. Bukankah perempuan yang misterius dan bikin penasaran jauh lebih menarik daripada perempuan yang blak-blak an dari awal? 

Serah kamu lah!!

Kamis, 20 April 2017

BER-PASSION-LAH

Kata orang, hidup ini harus ber-passion. Harus ada sesuatu yang kita bisa mengerjakannya dengan sepenuh hati. Sesuatu yang bahkan tanpa imbalan pun kita rela melakukannya. Sesuatu yang dengan melakukannya kepuasan kita dapat membuncah. 

Walaupun hanya kata orang dan kata orang tidak melulu harus dituruti, namun kata orang tersebut tidak sepenuhnya salah. Memang harus ada sesuatu yang menjadikan hidup lebih dari sekedar hidup. Setiap orang harusnya memiliki minimal satu passion untuk memperkokoh statusnya sebagai manusia. Status kemanusiaan dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Status kemanusiaan yang telah dibekali kemampuan untuk kemudian harus dikembangkan. 

Dan sayangnya tidak semua manusia memilih untuk memiliki passion. Entah karena tidak mau menggali potensi diri, tidak mendapatakan akses untuk menggembangkan passion, atau memang tidak mau memiliki passion, banyak orang yang kemudian memilih untuk menjadi manusia yang sekedar hidup. Manusia yang mengikuti arus. Manusia yang selalu mengandalkan takdir tanpa mau berusaha untuk melakukan perbaikan. 

Alternatif

Faktanya, hidup bukanlah pilihan. Menjalani dan menghidupinya barulah terdapat banyak pilihan. Menjadi orang baik atau buruk. Menjalani suatu kegiatan atau kegiatan lain. Bahkan hidup yang mengalir mengikuti arus pun juga merupakan suatu pilihan. Dan segalanya butuh pengorbanan. Semuanya membawa konsekuansi. 
Keberhasilan dan atau kegagalan selain buah dari perjuangan yang akhirnya ditentukan oleh takdir juga merupakan konsekuensi dari pilihan yang diambil. Pilihan baik membawa keberhasilan atau kegagalan. Pilihan buruk sudah pasti membawa kegagalan. Banyaknya pilihan berbanding lurus dengan peluang keberhasilan. Semakin banyak alternatif pilihan, semakin besar kemungkinan keberhasilan. 

Selasa, 11 April 2017

Sistem Cuci Baju Kering

Jadi berapa lama bajumu tidak kau cuci? Lusa itu yang kau pakai, kemarin juga, dan sekarang pun kondisinya masih sama? 

Memang apa hubungan antara tiga hari dikenakan dengan dicuci dan tidak dicuci? Apakah hanya karena tiga hari dipakai lantas berarti itu belum dicuci? 

Memang tidak berarti. Tiga hari berturut-turut dikenakan tidak serta merta belum dicuci. Tetapi dengan pengalaman dan perhitunganku, sekilat-kilatnya mesin cuci, tidak ada yang bisa seperti itu. Setidaknya untuk saat ini. 

Ah, memang kau ini berpikirnya hanya untuk hari ini. Cobalah berpikir untuk masa depan. Kau tahu, mesin cuci sekarang telah menggunakan teknologi penghematan air. Di saat teknologi mesin cuci sekarang telah meminimalisir penggunaan air, justru aku sudah menerapkan nol mililiter air. Pakaian yang kini kukenakan kemaren telah kucuci dengan sistem kering. Dengan sistem pengering-anginan, “windbased system” kalau bahasa kerennya. Berbanggalah karena temanmu ini telah satu langkah di depan dalam penemuan dan penciptaan teknologi. 

Dan satu langkah di depan dalam hal kemalasan juga.

Sabtu, 18 Maret 2017

Menulis Kembali

Ada hal yang sedikit mengecewakan ketika tulisan yang dibuat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Gagasan, entah besar ataupun kecil yang kemudian dikembangkan. Disusun dengan kalimat yang harapannya dapat diterima oleh banyak orang tetapi faktanya justru berkebalikan. Jangankan dapat diterima gagasan, dipahami kaliat penyusunnya pun susah dilakukan. 

Bahasan santai nan sederhana menjadi terkesan serius dan perlu pengulangan baca untuk memahaminya. “Keterampilan memang butuh waktu untuk mengasahnya”, begitu orang bijak sering berkata. Keahlian menulis tidak serta merta didapatkan hanya dari sekali duduk, sekali ketik, sekali menghasilkan tulisan. Perlu puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan kali percobaan. 

Kepausan sesaat adalah kemunduran. Latihan dan pengembangan adalah keniscayaan. Tidak akan bertahan lama apa yang dihasilkan lewat keberuntungan. Usaha dan kerja keras menghasilkan keberlanjutan. 

Dan akhirnya, menulis adalah keterampilan. Menulis adalah pengulangan. Dan menulis adalah kerja keras yang tidak boleh berhenti. Sekali berhenti maka akan mati, akan segera terganti. 

Sudah saatnya menulis kembali. Bangun dari harapan semu menghsilkan tulisan menawan yang tanpa latihan, tanpa pengorbanan. Saatnya kembali belajar menulis. Kembali ke dunia nyata tanpa berandai-andai dan bermimpi hampa. 

Terlepas dari yang baru seperti ini hasilnya, setidaknya telah berusaha dan berpihak kepada keberusahaan.