Tampilkan postingan dengan label radio mini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label radio mini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juni 2017

Terima Kasih Tiang dan Mistar Gawang

Memang manusia Indonesia adalah makhluk yang paling mudah bersyukur. Kalaupun tidak mencapai level kesyukuran, budaya sopan-santun telah membuat masyarakat yang berada di dalamnya begitu mudah mengucapkan terima kasih, tidak terkecuali pada benda-benda tak hidup yang dianggap memberikan keuntungan. 
Tiang/mistar gawang adalah salah satu benda mati yang banyak menerima ucapan terimakasih. Dalam setiap pertandingan sepak bola, tiang/mistar gawang selalu menerima ucapan terima kasih dari sang komentator setiap kali bola membenturnya. 

“FC Kiper harus berterima kasih kepada tiang/mistar gawang karena telah menggagalkan usaha pemain FC Striker dalam mencetak gol” 

Tidak ada yang salah dalam memberikan ucapan terima kasih. Justru sebaliknya, terimakasih harus sebanyak mungkin dilontarkan untuk mengapresiasi. Untuk mengakui keberadaan dan keterlibatan manusia lain dalam setiap kehidupan kita. Yang mungkin seringkali salah adalah alasan kenapaucapan terimakasih dilontarkan. 

Minggu, 11 Juni 2017

Biar Mandi Sekali Sehari

Biar keceritakan padamu. 

Tetang betapa tidak mandi atau mandi maksimal sehari sekali itu perlu. 

Bukan tentang penghematan air ataupun ikut matinya bakteri baik tubuh 

Jauh lebih sederhana dari apa yang sering jadi pembenaran orang 

Sesederhana butuh kita akan makanan 

Secukup makan mampu menegakkan tulang belakang 

Berlaku ia hanya ketika badan sudah meminta 

Berlaku ia hanya ketika tubuh sudah memberi tanda 

Lebih dari itu semua, sudah masuk ia dalam golongan pemuas nafsu belaka

Senin, 08 Mei 2017

Harga Handphone Second

Dariada aku pusing mencari handphone, biar kubeli aja handphone itu?! 

Berapa? 

Sejuta? 

Sejuta? Dua juta tiga ratus ribu rupiah baru kulepas hape ku ini untuk mu. 

Dua juta tiga ratus? Bukankah harga barunya tidak mencapai angka tersebut? 

Memang! Harga barunya satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah. 

Kenapa second nya lebih mahal? 

Perhatikan! Mau menghitung juga boleh. Sejak hape ini di tanganku, aku telah mengeluarkan banyak biaya. Aku telah mengeluarkan biaya untuk membeli pulsa, membeli paket data untuk menikmati internet. Aku juga telah banyak melakukan charging pada hape ini. Tahu kan biaya listrik sekarang mahal?! 

Seharusnya tetap lebih murah dari harga baru karena hape mu ini pasti mengalami depresiasi. 

Mari kita hitung dan bandingkan biaya depresasi dengan biaya yang telah kukeluarkan untuk pulsa dan listrik!! 

Tapi ini kan sudah kamu pakai. 

Justru karena juga pernah kupake maka harganya jadi lebih tinggi. Kamu jadi tidak perlu repot repot untuk memastikan segala sesuatunya berfungsi normal. Tidak perlu khawatir adanya kerusakan produk dari pabriknya. Dan satu lagi yang menjadikan hape second ku ini lebih mahal dari barunya adalah, “ini adalah penghilang pusing dan bingungmu dalam mencari hape!” 

Mending kita berantem. Mungkin pusingku jadi hilang setelah berantem sama kamu.

Penasaran

Jadi bagaimana ujianmu tadi? Lancar? 

Alhamdulillah, semua berjalan degan baik walaupun masih terdapat beberapa kekurangan. 

Kekurangan adalah wajar dalam sebuah pembelajaran. Ketidaksempurnaan adalah keniscayaan. Memang kurangnya dimana? 

Masih banyak penjelasan yang kurang detail. Banyak juga pertanyaan yang tidak tuntas jawabannya. 

Wah, justru bagus itu. Penjelasan yang kurang detail dan jawaban yang kurang tuntas adalah sebuah kelebihan. Tidak semua orang punya kelebihan itu. 

Terlalu mengada-ada kamu itu. 

Coba dengarkan! Yang kamu lakukan adalah hal yang bikin penasaran. Hal yang misterius. Kamu tahu kan betapa “worth it” nya sesuatu yang bikin penasaran. Sesuatu yang misterius. Bukankah perempuan yang misterius dan bikin penasaran jauh lebih menarik daripada perempuan yang blak-blak an dari awal? 

Serah kamu lah!!

Selasa, 11 April 2017

Sistem Cuci Baju Kering

Jadi berapa lama bajumu tidak kau cuci? Lusa itu yang kau pakai, kemarin juga, dan sekarang pun kondisinya masih sama? 

Memang apa hubungan antara tiga hari dikenakan dengan dicuci dan tidak dicuci? Apakah hanya karena tiga hari dipakai lantas berarti itu belum dicuci? 

Memang tidak berarti. Tiga hari berturut-turut dikenakan tidak serta merta belum dicuci. Tetapi dengan pengalaman dan perhitunganku, sekilat-kilatnya mesin cuci, tidak ada yang bisa seperti itu. Setidaknya untuk saat ini. 

Ah, memang kau ini berpikirnya hanya untuk hari ini. Cobalah berpikir untuk masa depan. Kau tahu, mesin cuci sekarang telah menggunakan teknologi penghematan air. Di saat teknologi mesin cuci sekarang telah meminimalisir penggunaan air, justru aku sudah menerapkan nol mililiter air. Pakaian yang kini kukenakan kemaren telah kucuci dengan sistem kering. Dengan sistem pengering-anginan, “windbased system” kalau bahasa kerennya. Berbanggalah karena temanmu ini telah satu langkah di depan dalam penemuan dan penciptaan teknologi. 

Dan satu langkah di depan dalam hal kemalasan juga.

Minggu, 19 Februari 2017

Balada Kopi


“Kenapa tak jadi kau mencicipi kopi dariku?” 

“Setelah kutahu perlakuanmu terhadap kopi itu, aku memutuskan untuk mengurungkan niatku?” 

“Perlakuan apa? Khawatirkah kau akan adanya sianida di dalam kopi buatanku?” 

“Bagiku lebih buruk dari itu! Telah kau lap cangkir untuk kopi itu dengan kaos mu yang semua orang telah tahu bawasannnya kaos itu telah kau pakai sejak sehari lalu. Bukankah itu menjijikkan?” 

“Lalu kanapa dengan cangkir yang telah ku lap dengan kaosku ini?” 

“Kaosmu tidak pernah bermasalah bagiku. Masalahnya adalah keringat yang menempel di kaosmu!” 

Rabu, 15 Februari 2017

Jemur Ekspres

Mentari bersinar dengan intensitas sedang. Tidak menyengat tetapi cukup menghitamkan atau bahkan menyebabkan penyakit kulit jika terpapar dalam waktu yang lama. Teduh tetapi cukup mampu untuk diubah menjadi sumber vitamin D oleh tubuh. Pagi dengan terang keemasan pantulan sinar mentari menghujam badan air di persawahan yang akhir-akhir ini susah dijumpai. Matahari memang tidak menampakkan diri sejak beberapa hari terakhir.

Udara bergerak cukup pelan namun cukup mampu pula menggerakkan rumpun padi dan batang-batang terbu di persawahan. Dan angin terasa semakin kencang seiring kecepatan berkendara yang juga ditingkatkan.

Dengan jaket dan celana basah akibat hujan semalam, dingin angin lebih dominan daripada hangatnya sinar mentari. Namun, keindahan pemandangan persawahan sepanjang perjalanan cukup mengalihkan dingin yang untungnya tidak sampai menusuk tulang. Dan dinginpun semakin berkurang seiring dengan kelembaban celana dan jaket yang juga semakin hilang.

Jumat, 25 November 2016

Penggrebekan Prostitusi Online

Lihatlah grafik dan data-data ini! Bukankah razia terhadap praktik prostitusi online sudah marak akhir-akhir ini? Berita-berita, baik lewat media cetak, elektronik, maupun online secara intensif sudah disebarkan. Tapi fakta ini menegasikan semuanya, menjungkirbalikkan logika-logika yang ada. Situs dan akun-akun prostitusi online justru meningkat traffic nya. Semakin banyak pengunjung situs dan akun-akun prostitusi online tersebut ditengah informasi maraknya razia terhadapnya. 

Tidak ada yang dinegasikan. Tidak ada pula logika yang dijungkirbalikkan. Justru fakta tersebut sesuai dengan alur logika berfikir kita. Bukan masalah sering diberitakan lalu banyak orang yang ingin tahu. Alasannya lebih esensial dari sekedar rasa ingin tahu. 

Razia dan penggerebekan umumnya dilakukan dengan datang bersama-sama kemudian melakukan sesuatu yang disebut dengan penertiban. Razia pedagang kaki lima dilakukan dengan cara beramai-ramai ke lokasi kemudian menertibkannya. Razia prostitusi konvensional pun demikian. 

Prostitusi online? Penggerebekannya pun dilakukan secara bersama dan ramai-ramai mengunjungi situs dan akun-akun prostitusi online tersebut. Bukankah jika demikian secara langsung dapat meningkatan traffic ke situs dan akun tersebut? 

Apa yang dinegasikan? Logika bagian mana yang dijungkirbalikkan?

Kamis, 10 November 2016

Berlarilah Waktu

Terdengar lirih putaran mesin kipas menghembuskan angin keheningan

Pada detak jam dinding yang membawa sang waktu terus melaju

Di sini, di balik dinding dipan-dipan kayu, aku hanya bisa terpaku

Terpaku dan terperanjat pada kesadaran akan hidup yang bermudarat

Waktu, bisakah kau sejenak berhenti dari mengajakku berlari?

Atau setidaknya membiarkankku sedikit menepi?

Ah, menepi…

Nafsu macam ini.

Sifat kemanusiaan mana yang membiarkan tuannya larut dalam ketidakmanfaatan.

Demi masa, aku meralat ucapanku atasmu, wahai waktu.

Berlarilah kau sesukamu

Berlarilah sekencangmu

Tak perlu sekarang kau mengajakku

Karena aku yang akan mengejarmu

Jumat, 17 Juni 2016

Tak Hilang Kesempatan Berjodoh

Susana semakin santai dengan hamburan cahaya remang dan gemercik suara air mancur di taman. Di bilik berukuran empat meter persegi sebuah rumah makan bergaya tradisional tersebut lima pemuda semi bapak-bapak mengisi perut setelah seharian berpuasa. 

“Mengapa pilih tempat di sini? Terlalu dekat tempat ini dengan akses utama. Akan banyak orang berseliweran di depan kita nantinya”, tanya Alfa pada Beta, salah seorang yang memesan tempat tersebut.

“Justru itu yang dicari. Semakin banyak yang lewat, semakin besar kemunkinan untuk melakukan seleksi”, jawab Beta dengan santainya.

“Itu hanya berlaku buatmu Mas. Aku dan Alfa sudah punya putri, Charlie bulan depan akan menikah, Delta sudah punya pacar. Hanya kamu di sini yang jomblo”, Omega menanggapi dan diikuti gelak tawa dari yang lainnya.

“Yap benar. Aku yang sekarang sudah sangat berbeda dengan yang dulu. Semasa kuliah, berkenalan atau bahkan berpacaran adalah hal yang mudah buatku. Dulu kesempatan dekat dengan perempuan bukanlah hal yang perlu dirisaukan. Sekarang, jangankan sampai dekat, kenalan saja susahnya bukan main”

“Tuhan sudah memberimu kesempatan untuk serius dengan satu perempan Mas. Tapi sayang, kamu justru menyia-siakan kesempatan yang diberikan padamu. Tapi tenang Mas, kesempatan tidak hanya akan datang sekali, termasuk kesempatanmu mendapatkan jodoh. Yakinlah bahwa akan datang kesempatanmu untuk mendapatkan jodoh. Ya, walaupun mungkin kesempatan keduamu itu akan hadir di fase kehidupanmu berikutnya, di akhirat kelak”, tanggap Delta dengan santai yang juga diikuti oleh gelak tawa kelimanya.

“Sudah-sudah makan dulu, keburu waktu buka nya habis”…….

Senin, 30 Mei 2016

Mencari Barang Hilang di Pasar Klitikan

Dalam kepanikan yang semakin menjadi ditambah lelahnya berjalan menyisir lapak, keringat Dendi mengucur dengan deras. Baju abu-abu terang bertambah gelap akibat basah keringat. Belum ada sedikitpun tanda kalau Dendi ingin beristirahat. Sebaliknya, dia berjalan semakin cepat untuk dapat menelesaikan penyisiran semua lapak yang ada di pasar.

“Kita sudah menyusuri hampir semua lapak yang ada di pasar ini Den. Lapak gadget, sepatu, pakaian, jam, helm, onderdil kendaraan sudah kita susuri. Penjual barang-barang baru dan second pun sudah kita datangi. Sebenarnya apa yang kamu cari?”, Tommy yang menemani Dendi akhirnya angkat bicara. Lelahnya yang akhirnya memaksa Tommy untuk bertanya. Biasanya Tommy hanya akan diam saja ketika Dendi sedang panik. 

“Kalau kamu capek, istirahat aja Tom! Nanti aku samperin kalau sudah selesai. Lagian pasar klitikan ini kan gak gede-gede banget. Bentar lagi juga tersisir semua lapaknya”

“Kamu nyari apa? Dari tadi cuma jalan, gak ada satupun pedagang yang kita tanyain”

“Aku denger di pasar ini kita bisa nemuin barang yang ilang. Ya aku ke sini buat nyari barangku yang ilang”

“Ilang? Emang apamu yang ilang Den? Bukankah dari kemarin kamu tenang seperti tidak pernah kehilangan apapun?!”

“Cinta. Cintaku yang hilang, Tom”

“Aku istirahat aja Den! Menurutku kamu salah lokasi buat nyari Den! Harusnya kamu ke Pakem, ke salah satu rumah sakit jiwa di sana. Yang ilang itu bukan cintamu, tapi kewarasanmu!”

Rabu, 13 April 2016

Rebutan Rejeki

Heboh kita dikabari ribut-ribut antar penyedia jasa angkutan transportasi. Penyedia jasa angkutan konvensional yang notabene eksis terlebih dahulu bersikeras melarang beroperasinya jasa angkutan online. Demo besar-besaran, aksi mogok, dan bahkan pengrusakan adalah beberapa bentuk aksi pelarangan yang dilakukan.

Belum adanya ijin operasi yang dimiliki oleh penyedia jasa angkutan online menjadi alasan pelarangan. Namun banyak pula yang berpendapat bahwa pelarangan dipicu oleh rebutan rejeki. Jasa angkutan online telah “mengambil” rejeki penyedia jasa konvensional. Keberadaan jasa angkutan online telah mengurangi pengguna jasa angkutan konvensional yang berakibat pada berkurangnya pendapatan penyedia jasa angkutan konvensional.

Jika memang alasan ribut-ribut dan demo adalah rebutan rejeki, maka telah salah sasaran yang mereka lakukan. Tidak seharusnya penyedia jasa angkutan konvensional memprotes keberadaan jas angkutan online. Yang justru harusnya mereka protes adalah ayam. Ya, ayam. Karena sesungguhnya yang bisa mematok rejeki adalah ayam. Apalagi kalau sampai bangun kesiangan, pasti habis rejekinya dipatok ayam.

Rabu, 30 Maret 2016

Psimistis Senja


Senja datang lagi,,

Syarat bergantinya hari telah terpenuhi

Meninggalkan cerita dan kisah hari ini

Senja datang lagi

Namun sudah tidak sama dengan tempo hari

Senja ini, aku benci.

Senja yang melahirkan kekhawatiran keadaan esok hari

Senja ini, aku benci

Senja yang mengahiri indahnya cerita hari ini

Dan esokpun senja akan hadir kembali

Dengan janji-janji yang tak pernah satupun ia ingkari.

Jumat, 18 Maret 2016

Dialog Diri, Motivasi Lewat Mimpi

“Bangsat seperti apa kamu ini?”, terikan keras itu berasal dari luar kamar Bills. Teriakan disertai dengan gedoran-gedoran pada pintu kamar. Senyenyak apapun orang tidur, pasti akan terbangun oleh hal semacam itu. 

“Bangun bangsaat! Mau jadi apa kamu kalau jam segini masih tidur?”, ketiadaan jawaban dari dalam kamar membut Zats harus mengeluarkan dua kalimat tambahan. Mengeluarkan energi lebih banyak lagi untuk membangunkan saudaranya. 

Tanpa sepatah katapun menjawab pertanyaan saudaranya, Bills langsung membuka pintu. Terlihat kamar berukuran 3 x 3 meter sangat berantakan. Buku, sarung, dan pakaian entah bersih atau kotor berserakan di atas kasur. 

“Bisa lebih sopan gak sih manggilnya? Ayah dan ibuku, yang juga orang tua mu memberi aku sebuah nama yang baik. Nama yang juga merupakan doa keduanya untuk ku. Harapan yang digantungkan kepadaku.”

“Doa? Harapan? Tak ada sedikitpun keraguanku atas kebaikan dan keberkahan doa ayah dan ibu untukmu. Lalu apa yang sudah kamu usahakan atas doa dan harapan itu Bills? Apa yang selama ini telah kamu upayakan untuk setidaknya memperjuangkan impianmu?

Tidak sepatah katapun keluar dari mulut Bills. Tidak ada pembelaan sedikitpun atas lontaran kata-kata Zats kepadanya. Bills hanya terdiam, seolah memikirkan sesuatu. Merenungi dan mungkin menyadari semua kesalahan dan ketidakmampuannya mengontrol dirinya sendiri.

Minggu, 28 Februari 2016

Pria Menawan Mendapatkan Pria Menawan

Tidak kurang aku berusaha membebaskan diri dari kondisi fakir cinta dan tuna asmara. Bukan bermukasid membandingkan, tetapi hanya berkaca dan sedikit bermain logika. Banyak laki-laki biasa di luaran sana yang mendapatkan pasangan wanita yang luar biasa. Lelaki biasa dari sisi rupa dan mungkin juga sikapnya memiliki wanita luar biasa dari sisi kecantikan dan keanggunan pembawaannya. 

Dan logikanya, lelaki biasa memperoleh wanita yang luar biasa, lelaki luar biasa pasti mendapatkan wanita yang jauh di atas luar biasa. Telah banyak usaha untuk menjadikanku luar biasa. Perawatan kulit dan wajah ala cowok metroseksual untuk setidaknya membuat kulit bersih bersinar bebas kotoran. Juga dengan rutin mengikuti fitness untuk membentuk badan proporsional dan kekar. 

Tapi memang hidup bukan hanya soal logika. Harapan mendapatkan wanita luar biasa setelah berusaha ekstra akhirnya sirna. Bukan wanita luar biasa yang mendekati lelaki berwajah bersih menawan dengan otot kekar yang menyembul pakaian. Adalah pria-pria menawan lain yang justru melirik dan memberikan kode tertarik.

Ah, mungkin sebaiknya dari awal aku tidak usah terlalu bergantung logika dan tidak juga berusaha ekstra untuk sekedar luar biasa di pandangan mata.

Senin, 25 Januari 2016

Cermin Mulut

Bilik berukuran 2 x 3 meter tersebut lebih ramai dari biasanya. Tiga orang perempuan berumur 22 an tahun berdiskusi dibalakang sandaran tempat duduk. Seorang lelaki duduk di bangku sambil mendengarkan obrolan ketiga perempuan di belakangnya. Hanya mendegarkan tanpa tahu bahasan apa yang diobrolkan.
cermin mulut
Zainuri, seorang mahasiswa semester dua digit sedang melakukan pemeriksaan sebagai salah satu tahapan dalam proses pemasangan gigi palsu. Bunga adalah koass yang bertanggung jawab untuk pemasangan gigi palsu Zainuri, sementara Melati dan Mawar adalah teman Bunga yang membantu proses pemeriksaan Zainuri.

“Koass rumah sakit gigi di sini baik-baik.”, ucapan Zainuri sontak menghentikan diskusi yang dilakukan Bunga, Melati, dan Mawar.

“Di rumah sakit manapun, dokter, suster, perawat, dan koass pasti baik kok Mas”, jawab Bunga dengan ramah dan diplomatis.

Rabu, 13 Januari 2016

Bermodalkan Sendok dan Garpu

Kalau dikatakan mirip dengan tampilan luar rumah teletubies, sebenarnya tidak juga. Berbentuk setengah bola sedikit tidak beraturan dengan rumput yang tumbuh kurang teratur tentunya berbeda dengan rumah teletubies yang begitu beraturan. Tapi tetap saja diberi nama bukit teletubies. Itulah kumpulan bukit yang berada di sekitaran puncak Gunung Prau. Gunung di dataran tinggi Dieng yang saat ini sedang menjadi salah satu tujuan wisata paling diminati. 
Jika mau mengakui, penamaan bukit teletubies tentunya tidak sesuai dengan kearifan lokal daerah setempat. Jika sesuai dengan kearifan lokal, mungkin namanya adalah bukit setengah kentang atau bukit ujung carica. Sesuai dengan bentuknya yang seperti setengah umbi kentang atau juga seperti ujung buah carica. Namun, bukan nama dan filosofinya yang ingin saya paparkan. Pengalaman yang terjadi di sana yang ingin saya ceritakan.

Senin, 11 Januari 2016

Jomblo yang Pembina Upacara

Dari kejauhan masih terdengar sayup suara adzan, namun Tito dan Joni sudah selesai melangsungkan sholat Maghrib mereka. Jauh lebih awal dari biasanya, yang hampir adzan Isya, sholat maghrib baru dilangsungkan. Memiliki hafalan satu surat lebih banyak, Titolah yang menjadi imam untuk Joni. Dan bukan hanya untuk Joni karena di belakang mereka juga berjajar empat perempuan yang juga siap untuk sholat maghrib.

Hanya enam orang, namun termasuk ramai untuk ukuran mushola yang berada di salah satu sudut gedung kampus. Termasuk ramai untuk ukuran hari sabtu, hari ketika jalan-jalan atau pulang ke kampung halaman lebih menyenangkan. Dan hanya orang yang totalitas pada kegiatan di kampus atau terpaksa karena keadaan lah yang masih bertahan.

Merasa kenal dengan keempat perempuan yang menjadi makmumnya, Tito memulai pembicaraan, “Kok masih di kampus Dik? Ada acara apa?”

“Lagi persiapan untuk acara besok Mas”, Santi menjawab pertanyaan kakak angkatannya tersebut.

“Rajin bener,, acara apa emang?”

Sabtu, 02 Januari 2016

Fungsi Lain Jas Hujan Model Batman

Jalan Magelang lebih ramai dari kebanyakan hari sebelumnya. Libur Maulid Nabi dan Natal yang dilanjutkan dengan weekend menjadikan serangkaian hari libur yang panjang. Hari yang banyak orang pergi melancong, memenuhi jalanan-jalanan di kota-kota tujuan pariwisata, termasuk kota Jogja.

Dan cukup melelahkan berkendara sepeda motor di jalanan yang mengharuskan menekan tuas rem sesering mungkin. Lelah dan gerah dengan balutan jas hujan tanpa sedikitpun terkena tetesan hujan. Mendung tidak selalu hujan sudah terbukti kebenarannya. Sedia payung sebelum hujan harus diiringi dengan kemampuan memprediksi.

Dan selain gerah, berkendara dengan jas hujan model batman di antara pengendara yang hanya berkaos ataupun jaket adalah aneh. Tetapi show must go on. Sudah terlalu tanggung untuk berhenti sekedar untuk mencopot jas hujan. Harus ada hal positif yang bisa diambil setidaknya hanya untuk pembenaran atas keputusan yang membuahkan tindakan.

Hal positif itu datang setelah mobil di depan berhenti dengan tiba-tiba. Berhenti mendadak tanpa membuatku yang berada di belakannya menabrak. Masih tersisa beberapa sentimeter untuk menuju kategori menabrak. Selain tetu karena kehendak Gusti Allah, ini semua pasti faktor jas hujan model batman yang dikenakan.